Work Hard-Pray Hard

Hai teens, tidak terasa yah kita sudah masuk di bulan ke 4 di tahun 2017. Sudah banyak yang kita lalui di tahun ini, ada yang mungkin resolusi tahun barunya sudah dicapai, namun ada juga yang masih mengejar target resolusi tahun barunya. Hayoo, apa resolusi tahun barumu, masih ingatkah?

Teens, kita sudah mau masuk (atau sudah masuk) ke minggu-minggu ujian akhir semester ini loh. Bagi kamu yang kelas XII atau IX,  sebentar lagi akan ikut Ujian Nasional. Begitu juga dengan teman-teman yang lain akan ujian akhir semester untuk kenaikan kelas. Sudah sampai manakah persiapan dan pencapaianmu?

Kita semua pasti mau dapat nilai dan prestasi yang baik kan? Untuk mendapatkan itu semua, tentu dibutuhkan niat yang besar dan kerja keras. Mengapa harus “work-hard“? Sudah pasti jawabannya adalah untuk dapat hasil yang terbaik. Anda tidak mungkin hanya mengandalkan “lucky factor” untuk dapat nilai 100 di ujian bukan? Untuk itu, memang kita harus mempersiapkan diri dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Di dalam Alkitab, banyak sekali nasihat dan teguran bagi kita supaya tidak malas dan terus bekerja keras. Misalnya dalam Amsal 6:6-8 (TB) “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen“. Tuhan tidak mau kita jadi anak Tuhan yang pemalas dan maunya serba instan. Semut saja harus bekerja keras mengumpulkan persediaan makanan untuk menghadapi musim panas, Teens juga harus giat belajar selama masa persiapan ini dong!

Tetapi tidak berhenti sampai disitu saja ya. Kebanyakan kita hanya fokus pada belajar, belajar, dan belajar tanpa ingat bahwa kita juga perlu hikmat dan penyertaan Tuhan dalam persiapan kita. Jangan sampai kita sesumbar dan merasa bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu tanpa bantuan dari Tuhan.

Teens tahu kapal Titanic kan? Itu kapal pesiar yang mewah dengan kapasitas 2.224 orang. Tidak cuma besar dan mewah, kapal itu juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggih bagi kapal pesiar di zaman itu. Saking hebatnya kapal itu, Thomas Andrews perancang kapal Titanic pernah sesumbar dan berkata “Kapal ini tidak akan tenggelam, bahkan Tuhan sekalipun tidak dapat menenggelamkannya”. Singkat cerita, kapal Titanic ternyata tenggelam pada 14 April 1912 akibat menabrak gunung es dalam perjalanannya dari Southampton menuju New York.

Bagaimana dalam kehidupan kalian? Mungkin selama ini kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Belajar mati-matian supaya nilainya bagus, les privat sana sini, tapi lupa untuk berserah, minta kekuatan dan hikmat dari Tuhan. Efesus 6:a mengatakan (TB) “….Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya….” Kita diingatkan untuk tidak hanya berdoa pada saat butuh Tuhan, melainkan juga berdoa dalam setiap waktu (on every occasion, in every season). Doakan apa yang kita kerjakan/pelajari supaya Tuhan memberkati usaha kita secara penuh dan pada saat yang sama lakukanlah pekerjaan/pembelajaran tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ingat selalu  bahwa “hasil yang baik sudah melekat pada proses yang baik pula”. Untuk itu,  mari lakukan yang terbaik untuk proses studimu. Tidak hanya belajar-belajar-dan belajar, tetapi juga berdoa dan berserah pada Tuhan. Tidak hanya work-hard, tetapi diimbangi juga dengan pray-hard.

Selamat berproses dalam studimu, Happy Work Hard-Pray Hard. Tuhan Yesus memberkati!

oleh : 

Addy Lado, S.Si Teol

Guru PAK SMAK Penabur Gading Serpong