Pengalamanku sebagai Paskibraka Nasional 2017 – AUDREY NATHANIA SUMALI

Tidak sedikit orang berpikir bahwa paskibra adalah suatu kegiatan yang melelahkan, mungkin karena mereka belum merasakan sisi positifnya. Bagi aku paskibra adalah organisasi dimana kita dapat belajar banyak tentang mengatur waktu dan melatih kedisiplinan, disamping itu juga kita dapat bertemu dengan teman-teman dan rekan baru yang kita dapat katakan sebagai keluarga.

Aku mulai mengikuti kegiatan paskibra sejak masuk kelas 10 di SMA KRISTEN PENABUR Gading Serpong. Pada awal masuk sekolah, murid-murid baru diperlihatkan banyak demonstrasi ekstakurikuler, dan Paskibra menarik perhatianku. Pertamanya, aku hanya ingin mencoba suatu hal yang baru. Tetapi  seiring berjalannya waktu, aku ingin mengikutinya lebih lanjut. Senior-senior paskibra di sekolahku mengajak untuk ikut dalam seleksi paskibraka di tingkat Kabupaten/Kota (Kabupaten Tangerang) untuk diseleksi ke tingkat yang lebih tinggi, tingkat provinsi (Provinsi Banten) “Toh,siapa tau diterima”.

Pada hari Minggu, 2 April 2017, setelah mengikuti seleksi selama 3 hari di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, diumumkan 5 pasang calon paskibraka yang akan meneruskan seleksi ke tingkat Provinsi di kota serang. Tetapi pada hari pengumumam yaitu hari terakhir seleksi, aku harus pulang lebih awal karena ada acara yang tidak dapat aku tinggalkan , sehingga sebelum nama-nama calon paskibraka yang akan lanjut ke tingkat provinsi diumumkan, aku sudah pergi. Tetapi dalam perjalanan pulang, aku mendapat kabar bahwa nama – nama yang disebutkan ada 2 nama teman puteraku dan juga ada namaku.

Seleksi di tingkat Provinsi tidak jauh berbeda dengan seleksi di kabupaten/kota, hanya sedikit lebih tegang karena kita berlomba-lomba untuk menjadi calon paskibraka tingkat Provinsi dan Nasional. Seleksi ini diadakan pada tangal 1-3 Mei 2017, aku ingat betul seluruh rangkaian sekelsi, mulai dari tes kesehatan, fisik, pantohir, sampai dengan pengumuman di hari yang terakhir. Semua rasa deg-degan keluar dari seluruh peserta pada saat diumumkan siapa saja yang akan menjadi capaska/calon pasukan pengibar bendera pusaka. Seluruh rasa cemas mengalir karena seleksi tahun ini berbeda dengan seleksi tahun lalu (Pada tahun ini, masing-masing provinsi hanya memilih 1 pasang putera putri yang akan mengikuti didikan dan latihan tingkat Nasional di Cibubur,Jakarta, pada tanggal 25 Juli – 25 Agustus 2017). Saat itu, aku hanya bisa pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi setelah itu, rasa senang dan gembira kembali saat aku dan pasanganku dapat diberi tugas dan tanggung jawab mewakili provinsi Banten di tingkat nasional.

Sesaat sampai di Cibubur, aku bertemu dengan banyak sekali teman yang ku dapat katakan sebagai keluarga dari 34 provinsi di Indonesia. kita berlatih dan melakukannya semaksimal mungkin supaya pada tanggal 17 Agustus kita dapat menampilkan upacara yang terbaik untuk bangsa. Pada tanggal 15 Agustus 2017 adalah hari dimana capaska akan dikukuhkan menjadi paskibraka, dan aku diberi kepercayaan untuk menjadi pemimpin upacara tersebut dimana aku menjadi perwakilan dari pasukan paskibra Nasional untuk penyematan PIN langsung oleh Bapak Presiden RI yaitu Bapak Joko Widodo, dalam hal itu tentunya menjadi suatu kebanggaan dalam hidupku. Setelah itu, pada tanggal 17 Agustus 2017 adalah hari aku dapat membanggakan orang tua, teman-teman, senior, Pembina serta pelatihku yang selalu menjadi supporter dan pendukung terbesar sampai aku dapat berada di posisi itu, dan aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka semua.