Berdoa kepada Allah

Bahan renungan hari ini terambil dari Yunus 2 : 1 yang berbunyi “ Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu…”,

Bukankah kita sering mendengar ungkapan doa adalah nafas hidup orang percaya? Tetapi seberapa seingnya kita hidup dalam ungkapan tersebut. Mungkin kita tidak pernah lupa berdoa sebelum makan, tidur, dan aktivitas-aktivitas rutin kita setiap hari. Apakah doa-doa itu sekedar doa hafalan yang kita ulang-ulang atau memang doa yang keluar dari kesungguhan hati kita?Atau ada juga orang yang menempatkan doa seperti emergency call, dipakai jika diperlukan. Kita berdoa hanya di saat-saat tertentu saja selebihnya berjalan menurut keinginan dirinya. Seperti halnya dalam hidup Yunus. Yunus mengalami peristiwa besar dan dasyat. Dia nyaris mati karena badai menerpa kapal yang ditumpanginya. Ia dibuang ke laut agar seluruh awak kapal selamat, dan sekarang dia ada di dalam perut ikan yang bsar. Mungkin tidak terbayangkan oleh kita bagaimana Yunus bisa berada dalam perut seekor ikan dan tidak mati, tidak ada yang sanggup menyelamatkan kecuali Allah. Dalam situasinya, Yunus memilih untuk berdoa. Berdoa kepada Allah dalam segala  pergumulan yang dihadapinya. Berdoa untuk dapat mengerti rencana dan kasih Allah bagi dirinya.

Hiduplah dalam doa. Apapaun juga menimpamu jangan lupa angkat untaian kata kepada Allah. Di dalam doa kita bertemu dengan Allah. Lewat doa kita bukan saja mengatakan apa yang kita ingini tetapi juga menjadi cara untuk mengerti apa rencana Allah. Doa adalah saat bagi kita untuk mendengar dan didengar. Dari sanalah kita belajar untuk bersikap taat kepada kehendak Allah. Marilah kita bertekun dalam doa. Hayatilah setiap kata yang kita sampaikan kepada Allah dengan segenap hati dan pikiran kita sehingga doa-doa yang kita ucapkan tiap hari adalah sebuah ungkapan jiwa yang menjalin relasi intim dengan Allah.

 

 

https://www.youtube.com/watch?v=E8rpQNEJ6Y8 – Doa

source : Teens for Christ/Sept-Okt/2013