RENUNGAN : TETAPLAH SETIA

Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan Kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Jangan menyimpang ke kanan dan kekiri (Ulangan 5:32)

Berbicara mengenai kesetiaan, ada suatu cerita film yang berjudul “Hachiko” yang menceritakan tentang kesetiaan yang sejati dari seekor anjing yang bernama hachi kepada tuannya. Kesetiaan yang dibawa sampai mati. Setelah menyaksikan film tersebut, saya mendapatkan sebuah pesan, yaitu mengenai arti atau MAKNA KESETIAAN.

Kesetiaan ada dan akan tetap terjaga apabila ada KOMITMEN.  Tanpa komitmen yang kuat, sulit rasanya seseorang dapat bertahan lama untuk tetap selalu setia. Apa itu komitmen? Komitmen adalah keputusan hati  atau janji yang terpatri didalam hati. Ikatan kesadaran diri dengan segenap hati untuk taat dan tetap setia meski keadaan tidak baik, meski banyak rintangan yang menghadang,.

Komitmen jauh lebih kuat dari sekedar janji, komitmen jauh lebih bertanggungjawab dari sebuah janji, karena komitmen lahir dari sikap hati, sedangkan janji adalah ikrar yang keluar dari mulut. Begitu juga ikrar pernikahan untuk sehidup semati, setia dalam suka dan duka, sehat dan sakit, senang dan tidak senang, Ikrar janji harus disertai ada komitmen setia dari dalam hati sampai maut memisahkan.

Demikian juga hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Saat kita memutuskan untuk percaya dan beriman kepada Yesus Tuhan kita, maka komitmen kita adalah harus setia kepadanya apapun yang terjadi .

Kita tahu didalam berkehidupan ini, kita tidak lepas dari pergumulan, dari rasa takut, ada kekecewaan, ketidakpastian, putus asa, inilah pergumulan itu , ini semua adalah ujian yang Tuhan ijinkan untuk kita lalui. Pergumulan inilah yang kadang menghambat komitmen kesetiaan kita. Namun kita harus tetap percaya, apabila kita mendapat pergumulan hidup , ini adalah bagian atau proses pendewasaan diri kita.

Komitmen dan kesetiaan itu memang membutuhkan ujian . Ini semua wujud kasih Tuhan , kepada kita yang harus kita jalani. Janganlah semua ini menjadikan kita jauh dengan Tuhan, tetapi malah harus tetap semakin dekat Tuhan, tetap setia pada Tuhan apapun yang terjadi.,karena jika kita setia pada Tuhan, Tuhanpun akan setia dan mengasihi kita. Dan bila saatnya tiba , kita pasti akan mendapatkan Buah dari komitmen ini. Ada mahkota kehidupan yang akan dikaruniakan kepada kita kelak apabila kita bisa mempertahankan kesetiaan sampai selesai/sampai mencapai finish. Seperti hachi si anjing yang tetap setia menunggu tuannya kembali walau sampai dia mati. Hachi rela menahan dinginnya salju, panasnya matahari untuk tuannya.

sebagai ayat penutup renungan ini , mari kita baca di Amsal 3:3 “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau, Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu”

 

 

 

 sumber :

www. adjengrumanti.blogspot.co.id/2014/02/tetap-setia
https://www.youtube.com/watch