RENUNGAN : Awas Keliru Menilai

Janganlah menghakimi menurut apa yang tampak, tetapi hakimilah dengan adil (Yohanes 7:24)

Sore itu suasana hening di sebuah kereta api bawah tanah tiba-tiba terganggu oleh ulah dua bocah. Mereka mengganggu penumpang lain. Si kecil menarik-narik koran yang sedang dibaca seorang penumpang, kadang merebut pena penumpang lain. Kakaknya berlari dan menabrak kaki penumpang yang berdiri karena gerbong itu penuh. Beberapa penumpang mulai terganggu dan menegur bapak kedua anak.

Bapak itu menenangkan kedua anaknya. Suasana kembali hening. Namun, tak lama, keduanya mulai bertingkah lagi. Malah semakin nakal. Si bapak kembali menenangkan mereka. Kejadian itu berulang beberapa kali sampai beberapa penumpang marah, mem bentak bapak itu.

Akhirnya bapak itu memohon maaf dan menjelaskan. “Tidak biasanya mereka bertingkah nakal seperti itu. Tadi pagi, kedua anak ini baru saja ditinggal oleh ibu yang sangat mereka cintai. Ia meninggal karena penyakit leukimia.” Para penumpang di gerbong itu pun terdiam.

Kita sering menghakimi orang berdasarkan apa yang tampak menurut ukuran manusia sehingga penghakiman kita keliru (ay. 24). Tuhan Yesus mengajarkan agar kita menghakimi dengan adil. Salah satunya, dengan berhati-hati tidak langsung menjatuhkan penghakiman, namun berusaha memahami terlebih dahulu latar belakang perbuatan seseorang. Kita bukan hanya melihat buah atau perbuatannya, melainkan memahami pula akar atau motivasinya. Dengan begitu, kita dapat merespons persoalan itu dengan tepat. Bukannya menghakimi, kemungkinan besar kita malah akan berbelaskasihan.

KENALI TERLEBIH DAHULU HAL YANG MELATARBELAKANGI TINDAKAN SESEORANG,
AGAR KITA TIDAK KELIRU MENILAI DAN MENANGGAPINYA

 

 

 

 

 

sumber :

http://www.renunganharian.net/2016/76-april

http://menaralautan.blogspot.co.id