RENUNGAN : Jangan Simpan Sampah

Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. (Kolose 3:8)

Di lingkungan tempat tinggal saya, truk pengangkut sampah tidak datang setiap hari, tetapi dua kali dalam seminggu, setiap Senin dan Kamis. Namun, setiap pagi saya membuang sampah rumah ke tempat sampah besar di depan rumah, sebelum nanti diangkut truk sampah menurut jadwal. Pernah, Lala, putri sulung kami, bertanya, mengapa setiap pagi saya repot-repot membuang sampah itu, padahal truk sampah tidak akan datang mengambilnya. Jawaban saya sederhana: Karena saya tidak nyaman menyimpan sampah di dalam rumah.

Tidak ada orang yang nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Namun, bagaimana dengan sampah rohani? Faktanya, banyak orang nyaman-nyaman saja menyimpan sampah rohani dalam hidup mereka. Coba kita tilik cara hidup kita masing-masing. Masihkah kita menyimpan sampah rohani? Segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan dalam diri kita (ay. 5)? Masihkah kita menyimpan kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan segala perkataan kotor yang keluar dari mulut kita (ay. 8)?

Memang bukan perkara mudah untuk menjaga hidup kita bersih dari sampah rohani. Namun, kita telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya. Kita telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui (ay. 9-10). Sebagai orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, baiklah kita membuang sampah rohani itu, lalu mengenakan segala kebajikan (ay. 12-17). Memang bukan perkara mudah, tapi kita pasti dimampukan jika kita mengandalkan Roh Kudus.—

JAGALAH KEBERSIHAN, BAIK SECARA JASMANI MAUPUN ROHANI

 

 

 

sumber :

http://www.renunganharian.net/2016/76-april