RENUNGAN : AJAR AKU UNTUK TAAT

Turutilah perintah ini dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya ….(1Tim. 6:14 )

Indah rasanya jika kita hidup di sebuah negara yang tertib hukum. Kehidupan akan berjalan dengan baik tanpa takut ada kejahatan-kejahatan di sekitar kita. Namun, lihatlah betapa sulit hal itu diwujudkan. Mengapa demikian? Karena sering kali ketaatan terlihat seolah-olah membatasi kesenangan kita, bahkan terkadang merepotkan. Misalnya saja, ketika membuat Surat Izin Mengemudi. Mau taat, itu artinya kita harus repot untuk mengurusnya. Repot ikut ujian dan kalau tidak lulus, harus mengulang ujian lagi. Harus melalui antrean dan penantian yang membosankan. Tidak jarang lalu orang akan mencari jalan pintas, di mana ketaatan tidak lagi menjadi unsur di dalamnya.

Hidup dalam sebuah masyarakat yang tertib memang menyenangkan. Oleh sebab itu, seluruh masyarakat dituntut hidup sesuai dengan aturan. Pesan Paulus melalui Timotius juga berbicara tentang ketaatan terhadap perintah. Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan beberapa nasihat agar hidup seturut dengan kehendak Allah, bahkan Paulus mengingatkan untuk melakukan perintah itu dengan tidak bercacat dan bercela. Artinya, Paulus ingin ketaatan kepada Allah itu tidak setengah-setengah. Ketaatan harus menjadi nyata dalam keseluruhan hidup kita. Kita taat bukan hanya di tempat dan waktu tertentu saja, melainkan di seluruh hidup kita.

Hidup taat di hadapan Allah membutuhkan sebuah totalitas. Totalitas artinya menyerahkan seluruh hidup kita baik dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan untuk taat pada kehendak Allah. Dengan demikian, keseluruhan hidup kita dipimpin oleh terang firman Allah.

 

 

 

 

Sumber : http://www.ykb-wasiat.org