RENUNGAN : Bagaimana Jika

Pikiran yang penuh dengan pertanyaan “bagaimana jika” seringkali membuat hidup kita penuh dengan kekhawatiran. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi? Bagaimana jika yang terjadi tidak sesuai dengan rencana dan harapan? Bagaimana jika nanti kita menerima kepahitan atau kegagalan? Kita terlampau banyak memikirkan hal-hal negatif yang mungkin bisa terjadi. Sehingga perlahan-lahan kita menjadi kurang percaya dengan rencana dan jalan yang telah Tuhan sediakan.

Seringkali kita merasa takut terhadap sesuatu yang belum terjadi. Pikiran kita disibukkan dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Selama kita tinggal di dunia ini, berbagai masalah memang akan datang silih berganti ke dalam hidup kita. Namun meskipun situasi yang kita hadapi begitu berat, iman kita haruslah tetap teguh. Karena Tuhan berjanji akan selalu menyertai dan membawa kemenangan pada orang-orang yang mengandalkan-Nya.

Daripada kita sibuk dengan pikiran “bagaimana jika”, lebih baik kita mengisi hidup kita dengan pikiran yang penuh syukur dan keyakinan pada Tuhan. Meskipun hal buruk terjadi, meskipun yang terjadi tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan, dan apapun yang terjadi, kita dapat tetap percaya bahwa Tuhan selalu setia. Karena itu tidak ada alasan untuk tidak mengucap syukur dalam segala keadaan. Sebab dalam segala perkara Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan dan Ia selalu memberikan yang terbaik buat siapapun yang meminta kepada-Nya dengan sungguh. Hidup kita harus selalu diarahkan kepada-Nya, karena kasih Allah akan memberikan kedamaian dan kekuatan untuk menghadapi segala keadaan.

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

 Yohanes 14:1

Sumber : http://www.renungankristiani.com