RENUNGAN : MENSYUKURI KEADAAN

1 Tesalonika 5:12-18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1Tes. 5:18)

Alkisah, hiduplah sebuah keluarga yang hidup taat kepada Tuhan. Mereka menjalani kehidupannya dengan penuh sukacita. Pada suatu hari, pendeta datang memberikan sejumlah uang. Ia menjelaskan bahwa keluarga tersebut merupakan salah satu keluarga termiskin di lingkungannya dan gereja ingin membantu. Namun, keluarga itu sepakat untuk memberikan seluruh uang tersebut sebagai persembahan. Alangkah bahagianya mereka ketika melihat di minggu tersebut, persembahan mereka melebihi setengah dari total seluruh persembahan yang masuk. “Kami patut bersyukur karena kami masih bisa memberi,” ujar keluarga tersebut.

Ilustrasi keluarga sederhana tersebut ingin mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dalam segala hal karena di dalam kekurangan pun kita tetap bisa berbagi. Kisah itu serupa dengan nasihat-nasihat penutup Paulus kepada jemaat Tesalonika. Jemaat Tesalonika adalah jemaat yang banyak menerima tekanan dan penindasan (1Tes. 1:6). Walaupun demikian, Paulus ingin agar jemaat Tesalonika tidak terpaku pada penindasan yang mereka alami sehingga mereka tergoda untuk membalas kejahatan dengan kejahatan. Melainkan, Paulus ingin agar mereka senantiasa bersyukur atas segala yang ada pada mereka sehingga mereka dapat mengusahakan hal-hal yang baik (1Tes. 5:15).

Sebagai manusia, tentu ada keterbatasan yang kita miliki. Namun, ingatlah selalu untuk mensyukuri apa yang sudah kita miliki pada saat ini karena semua itu adalah anugerah Tuhan untuk kita. Jangan hidup terpaku pada kekurangan, lantas melupakan anugerah Allah yang lainnya!

 

 

 

http://www.ykb-wasiat.org/2018