RENUNGAN : Allah Tidak Membedakan Orang

Pembacaan alkitab terambil dari : Kisah Para Rasul 10:9-36

“Apa yang dinyatakan halal oleh Allah,

tidak boleh engkau nyatakan haram.”

(Kisah Para Rasul 10:15)

Pada mata kuda penarik dokar/sado/delman, sang kusir biasanya menempelkan semacam penghalang pada mata kuda. Fungsi dari penghalang itu supaya kuda tidak stres saat ada kendaraan di kiri dan kanannya. Penghalang itu juga menolong kuda untuk terus mengarahkan pandangannya pada satu arah saja. Adakalanya, seseorang menggunakan penghalang sejenis dalam hidupnya. Penghalang itu dalam bentuk sikap yang tidak mau menerima perbedaan sebagai sebuah keindahan dan hanya nyaman dengan satu cara pandang saja. Ia hanya melihat bahwa perbedaan adalah hambatan yang perlu dihilangkan.

Penglihatan yang dialami Rasul Petrus itu walaupun berupa makanan, tetapi pesannya bukan soal makanan. Pesan dari Allah ialah bahwa Petrus harus mengalami pembaruan cara pandang hidup. Jika sebelumnya Petrus hanya melihat bahwa yang berhak untuk mendapatkan Injil itu adalah orang-orang Yahudi saja, maka kemudian Allah mendorong Petrus untuk mengabarkan Injil kepada semua bangsa. Kornelius adalah salah satu orang yang bukan Yahudi yang kemudian percaya kepada Kristus. Kornelius menjadi percaya karena perkabaran Injil yang dilakukan Petrus. Semua orang yang mau membuka diri kepada keselamatan pemberian Allah di dalam Kristus akan diselamatkan. Allah tidak membedakan orang. Petrus pun akhirnya memiliki cara pandang hidup yang baru, yang tidak dangkal dan sempit lagi.

Apa yang dialami Petrus itu penting untuk kita hayati juga saat kita berada di tengah keragaman dalam hidup. Setiap orang yang kita jumpai di dalam hidup adalah orang-orang yang dikasihi Allah. Mereka juga berhak untuk mendapatkan pengampunan dosa dan hidup baru di dalam Injil Kristus. Ingatlah selalu untuk membarui cara pandang kita supaya tidak dangkal dan sempit.

sumber : https://www.ykb-wasiat.org