5 Kebiasaan Kecil Yang Memiliki Manfaat Luar Biasa

Aktifitas yang sering kita lihat ketika kita masuk ke lobby SMAK PENABUR Gading Serpong di pagi hari, di sana sudah berdiri Bapak Ibu Guru dan beberapa siswa yang siap menyambut dengan hangat kedatangan siswa-siswi serta seluruh warga SMAK PENABUR Gading Serpong. Mereka akan memberikan salam, senyum, dan menyapa dengan sopan santun. Kebiasaan yang dilakukan ini disebut dengan 5S. Apa saja itu 5 S?

S yang pertama adalah senyum. Kita harus meneliti relung hati kita jikalau kita tersenyum dengan wajah jernih kita rasanya ikut terimbas bahagia. Kata-kata yang disampaikan dengan senyuman yang tulus, rasanya lebih enak didengar daripada dengan wajah bengis dan ketus. Senyum seperti ini akan membawa energi positif bagi diri anda juga buat orang lain yang ada di sekitar anda. Ada banyak manfaat dari senyuman yang tulus diantaranya sebagai sedekah kita, menghindari kejelekan, mendatangkan cinta, merekatkan hubungan, meredam emosional dan lain-lain. Janganlah sekali-kali kita pelit untuk tersenyum di mana pun dan dalam kondisi seperti apapun. Bahkan ketika kesusahan datang melanda, dengan tersenyum membuat jiwa kita lebih kuat dalam menghadapinya.

S yang kedua adalah salam. Ketika orang mengucapkan salam kepada kita dengan keikhlasan, rasanya suasana menjadi cair, tiba-tiba kita merasa bersaudara.

S ketiga adalah sapa. Mari kita teliti diri kita kalau kita disapa dengan ramah oleh orang lain rasanya suasana jadi akrab dan hangat.

S keempat, sopan. Kita selalu terpana dengan orang yang sopan ketika duduk, ketika lewat di depan orang tua. Kita pun menghormatinya. Pertanyaannya, apakah kita termasuk orang yang sopan ketika duduk, berbicara, dan berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua? Sering kita tidak mengukur tingkat kesopanan kita, bahkan kita sering mengorbankannya hanya karena pegal kaki, dengan bersolonjor misalnya. Lalu, kita relakan orang yang di depan kita teremehkan. Patut kiranya kita bertanya pada diri kita, apakah kita orang yang memiliki etika kesopanan atau tidak.

S kelima, santun. Kita pun berdecak kagum melihat orang yang mendahulukan kepentingan orang lain di angkutan umum, di jalanan, atau sedang dalam antrean, demi kebaikan orang lain. Memang orang mengalah memberikan haknya untuk kepentingan orang lain, untuk kebaikan. Ini adalah sebuah pesan tersendiri. Pertanyaannya adalah, sampai sejauh mana kesantunan yang kita miliki? Sejauh mana hak kita telah dinikmati oleh orang lain dan untuk itu kita turut berbahagia? Sejauh mana kelapangdadaan diri kita, sifat pemaaf ataupun kesungguhan kita untuk membalas kebaikan orang yang kurang baik?

Sumber : from http://ayahsafa.blogspot.co.id/2013/09/5-s-senyum-salam-sapa-sopan-dan-santun.html