Pembentukan Karakter Peserta Didik melalui Pembelajaran Rekayasa

Pada kurikulum 2013 di jenjang pendidikan menengah atas, peserta didik mendapatkan ilmu pengetahan baru melalui pelajaran reakayasa. Pembelajaran ini dirancang berbasis aktivitas terkait sejumlah ranah karya nyata yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan dan karya budidaya.

Terkhusus di kelas X IPA SMAK PENABUR Gading Serpong , peserta didiknya belajar bab pertama pelajaran rekayasa yaitu tentang elektronika. Pengampu mata pelajaran rekayasa di kelas X IPA yaitu Pak Titus Sarwono Subali. Dalam pembelajaran rekayasa ini, Pak Titus mengajarkan keterampilan menyolder bagi peserta didiknya, meliputi memegang solder, melelehkan timah dan membuat komponen menempel ke Printed Cirkuit Board (PCB)atau dalam bahasa Indonesia dinamakan papan sirkuit cetak. Dari serangkaian keterampilan yang diberikan cukup membuat peserta didik untuk terus berusaha dan bertekun dari melelehkan timah sampai dengan menempelkan komponen pada PCB . Karakter tekun dan pantang menyerah inilah yang dibentuk melalui pembelajaran rekayasa tersebut. Sehingga Pak Titus sebagai pendidik ataupun guru pelajaran rekayasa SMAK PENABUR Gading Serpong tidak hanya memberikan ilmu tetapi membentuk karakter peserta didiknya untuk tangguh, tekun serta pantang menyerah.

Pak Titus Sarwono Subali memberikan arahan tentang teknik menyolder

Siswa bertekun dalam melakukan teknik menyolder

Siswa menanyakan cara menempelkan komponen pada PCB

Karena sebuah keberhasilan itu bukan sesuatu yang instan tetapi diperlukan proses untuk mencapainya. Mari kita semua berproses  baik secara ilmu dan pembentukkan karakter untuk meraih impian bersama SMAK PENABUR Gading Serpong.

Tuhan Yesus memberkati.

(Anis Kristianingrum)