RENUNGAN : DARI YANG KECIL

Baca: Lukas 16:10-18

“Siapa saja yang setia dalam hal-hal kecil, ia setia juga dalam hal-hal besar.” (Lukas 16:10a)

Seorang pendeta mengadakan doa pagi setiap hari Sabtu di gereja. Seorang bapak menantangnya untuk mengadakan doa pagi setiap hari, bukan hanya pada hari Sabtu. Ia berjanji pasti hadir jika doa pagi diadakan setiap hari. Namun, bagaimana mungkin ia bisa hadir dalam doa pagi setiap hari sedangkan dalam doa pagi yang diadakan setiap Sabtu saja ia tidak pernah hadir?
Kesetiaan dalam perkara kecil menentukan kesetiaan dalam perkara besar. Yusuf setia mengerjakan pekerjaannya sebagai budak sampai Potifar memberinya kuasa atas seluruh rumahnya (Kej. 39:1-6). Di penjara pun Yusuf setia melakukan perkara kecil sehingga kepala penjara mempercayakan semua tahanan kepadanya (Kej. 39:20-23). Akhirnya, Yusuf dilantik sebagai penguasa atas seluruh tanah Mesir (Kej. 41:41). Daud, si bungsu yang tidak diperhitungkan oleh Isai, ayahnya, juga setia. Saat nabi Samuel mengundang ke upacara pengurbanan (1Sam. 16:5), ayahnya menyuruh Daud menggembalakan kambing domba yang hanya dua tiga ekor (1Sam. 16:11, 17:28). Akhirnya, Samuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya (1Sam.16:12-13).

Kebanyakan orang ingin langsung mendapat kepercayaan melakukan tugas besar dan terhormat. Saat ini mungkin kita merasa hanya mendapat tugas kecil, sepele, dan kurang berarti. Walaupun banyak orang tidak mau melakukannya, tetaplah setia mengerjakannya secara bertanggung jawab. Tuhan memperhitungkan kesetiaan kita. Bila kita setia dalam perkara kecil, Dia akan mempercayakan perkara yang lebih besar lagi.

 

ORANG YANG TIDAK SETIA DALAM PERKARA KECIL,
MUSTAHIL BISA SETIA DALAM PERKARA BESAR

sumber : www.renunganharian.net