RENUNGAN : SIAPKAN AKAL BUDIMU

Sebab itu siapkanlah akal budimu,waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus (1 Petrus 1:13)

Apa guna akal budi dalam kehidupan rohani? Per­tanyaan itu, bagi sebagian orang adalah pertanyaan yang tidak tepat. Ketidaktepatannya dianggap ber­asal dari pengotak-ngotakan otak dan hati. Pada­hal otak dan hati manusia tak bisa dikotak-kotak sedemikian gampang, walau tentu nalar dan batin bisa dipilah tanpa harus dipisah.

Jemaat Petrus bukanlah para saksi mata ke­hidupan Yesus, namun toh mereka mengalami dan mendapatkan apa yang menjadi nubuatan para nabi. Mereka juga telah tiba pada tujuan iman, yakni keselamatan karena anugerah Kristus. Pengalaman itu memberikan kepada mereka kesukacitaan dan damai sejahtera yang tak tergantikan oleh apa pun, dan tak bisa direnggut oleh penderitaan yang ditim­pakan pada mereka. Oleh karena itu, Petrus meminta agar umatnya terus membekali diri dengan pikiran yang terjaga, terasah, peka pada rahmat besar yang telah mereka terima dari Tuhan. Dengan demikian, mereka menjaga kehidupan yang kudus secara utuh. Hawa nafsu dan berbagai daya pikat lain bisa saja membuat seorang beriman terpeleset, terperosot, dan rontok. Oleh karena itu, pengalaman rahmat dari Tuhan mesti dijaga dengan pikiran yang teguh, yang membuah dalam kekudusan di tengah kemungkinan digoda oleh berbagai hal. Persiapan akal budi tidak berarti menganggap akal budi adalah segala-galanya. Namun akal budi yang tidak dijaga memang potensial membuat orang pintar menjadi bodoh dan orang beriman kehilangan keteguhan. Akal budi yang tidak dipelihara menimbulkan rasa sesal di hari kemudian. Pikiran yang tidak diisi dengan kebenaran firman membuat kita jatuh dalam dosa.

Ingatlah, banyak godaan bermula dari penaklukan logika yang permisif: “Ah, ga­papa…. cuma sebegitu saja kok… toh banyak orang melakukannya juga.” Hati-hatilah. Jaga pikiranmu jernih sejak awal, sejak dini dan terus, agar kamu tak mudah terpeleset, tak mudah rontok.

Sumber :

http://www.ykb-wasiat.org/teens-for-christ