RENUNGAN : TULUS HATI

Engkau menuntut ketulusan hati; penuhilah batinku dengan hikmat-Mu.

(Mzm. 51:8 – Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini)

 

Hati yang tulus sekarang ini amatlah sulit untuk ditemu­kan. Saat manusia berlomba untuk memenuhi kepentingannya sendiri, ketulusan hati mulai tergerus. Manusia saling menggeser, menolak, bahkan tak segan saling membunuh. Manusia berubah menjadi makhluk yang tidak berhati. Sadarkah kita bahwa sesungguhnya kita tidak bisa hidup tanpa hati? Tanpa hati kehancuran kehidupan sudah menan­ti. Kehidupan hanya akan diwarnai kekerasan, kebencian, dendam, kejahatan, dan sebagainya. Dunia macam inikah yang kita dambakan?

Hati yang tulus adalah hati yang bersih, jujur, lurus dan benar, penuh kesungguhan. Kitakah pemiliknya? Tuhan menuntut ketulusan hati, demikian kata pemazmur. Menga­pa? Karena hati yang tulus adalah bagaikan rumah yang nya­man bagi kita. Di sana ada kasih, kehangatan, kedamaian, kegembiraan yang bisa dirasakan. Tuhan menuntut ketu­lusan hati karena Ia tidak menginginkan hati kita dikuasai dosa dan kejahatan. Mari kita merawat hati kita agar hati kita senantiasa terisi dengan ketulusan. Mari kita berjuang untuk memiliki hati yang tulus sekalipun kita sudah tua.MGD

 

 

sumber : http://www.ykb-wasiat.org/jendela-hat