RENUNGAN : FIRMAN TUHAN ADALAH BENIH KEHIDUPAN

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”  1 Petrus 1:23

Tahukah Saudara bahwa di dalam benih yang kecil dan tampak kotor itu terkandung sumber kehidupan.  Berawal dari benih yang kelihatannya tampak sepele akan tumbuh akar, batang, cabang, daun, bunga dan buah.  Dari buah yang dihasilkan terjadi tuaian alias pelipatgandaan!  Namun untuk dapat tumbuh dan menghasilkan buah atau tuaian, benih harus terlebih dahulu tertanam di dalam tanah.

Firman Tuhan adalah benih!  Kekuatan yang terkandung di dalam benih firman Tuhan itu jauh lebih dahsyat dari benih alamiah.  Segala sesuatu yang Tuhan perbuat bagi kita diawali dari benih firman Tuhan yang ditanam di dalam hati kita.  Pemazmur menulis:  disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.”  (Mazmur 107:20), dan  Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya.”  (Mazmur 107:25).  Ada kuasa di balik benih firman Tuhan yang ditaburkan!  Pertanyaan:  apakah tanah hati siap untuk menerima benih firman Tuhan tersebut?  Banyak orang punya kerinduan yang besar untuk dipulihkan hidupnya tapi mereka tidak memiliki respons hati yang benar terhadap firman Tuhan.  Seringkali mereka hanya mendengar firman Tuhan sambil lalu, atau dengan sikap hati yang tidak benar, ibarat tanah yang keras dan penuh dengan semak duri, sehingga benih firman yang ditanam pun tak berdampak apa-apa!  Penulis Amsal menasihatkan,  Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.”  (Amsal 4:20-22).

Untuk mendapatkan firman Tuhan yang menjadi rhema  (hidup)  yang harus kita lakukan adalah:  memerhatikan, mengarahkan telinga dan mata yang tertuju kepada firman Tuhan.  Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”  (Yesaya 50:4b), karena iman timbul dari pendengaran akan firman-Nya.

Benih firman Tuhan yang tertanam di tanah hati yang subur akan menghasilkan mujizat:  membawa pemulihan, kemenangan dan kesembuhan!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Mei 2018